28.8 C
Tuban
Saturday, 6 December 2025
spot_img
spot_img

IHSG Merah, Tapi 5 Saham Ini Banjir Cuan — Ada yang Tembus Naik 34 persen Sehari!

RADARBISNIS – Bursa saham Indonesia kembali berguncang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 24,73 poin atau 0,29 persen ke level 8.366,5 pada perdagangan Selasa (11/11).

Namun, di tengah warna merah yang menutupi layar monitor para trader, ada sekelompok saham yang justru menari liar — naik hingga 34 persen dalam sehari.

Pasar memang sedang sensitif. Ketidakpastian global masih membayangi, sementara investor domestik berhati-hati membaca arah The Fed dan sentimen politik dalam negeri. Tapi seperti biasa, bursa selalu punya “pemenang tak terduga.”

IHSG Melemah, Sektor Energi Malah Menyala

Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp 27,39 triliun dengan frekuensi lebih dari 3 juta kali. Dari total itu, 304 saham naik, 400 terkoreksi, dan 252 stagnan.

Electronic money exchangers listing

Menariknya, meski indeks komposit melemah, beberapa sektor tetap mencatatkan kinerja positif. Sektor energi memimpin kenaikan dengan 1,74 persen, disusul infrastruktur (1,47 persen), properti (1,45 persen), dan transportasi (1,12 persen).

Sektor keuangan, yang biasanya jadi motor utama IHSG, justru jadi pemberat — melemah 1,13 persen. Sektor teknologi dan barang non-primer juga ikut tertekan.

Namun, yang paling mencuri perhatian bukan pergerakan indeks sektoral, melainkan saham-saham berperforma ekstrem yang justru melesat di tengah pasar lesu.

Sumber Cuan: 5 Saham Meledak di Tengah Pasar Merah

Ada lima nama yang hari ini jadi buah bibir di kalangan investor ritel maupun bandar besar.

Baca Juga :  Libur Sekolah Hemat! Prabowo Teken Diskon Besar Tiket Kereta Api, Pesawat, Kapal hingga Tol

1. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) — melesat 34,97 persen ke Rp 220.
Saham properti ini mendadak hidup, ditopang rumor akuisisi lahan strategis dan spekulasi pembalikan arah sektor properti.

2. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) — melonjak 34,44 persen ke Rp 242.
Emiten alat berat ini ikut terangkat oleh optimisme rebound di sektor pertambangan batu bara dan nikel.

3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — naik 32 persen ke Rp 198.
BUMI seperti biasa menjadi magnet para spekulan. Lonjakan harga komoditas global ikut mengerek minat beli pada saham ini.

4. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) — melesat 25 persen ke Rp 3.250.
Investor melihat prospek kuat sektor telekomunikasi di tengah gempuran infrastruktur digital dan data center.

5. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) — ikut terangkat 25 persen ke Rp 800.
Emiten transportasi laut ini tengah jadi incaran pelaku pasar seiring peningkatan aktivitas ekspor.

Bagi trader harian, inilah “cuan singkat” yang jadi incaran — volatilitas tinggi, likuiditas cukup, dan potensi swing tajam dalam sehari.

Yang Kalah: Saham-Saham yang Ambruk

Di sisi lain, beberapa saham juga mencatat koreksi dalam. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) longsor 12,3 persen ke Rp 535,
disusul PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang anjlok 11,63 persen ke Rp 114.

Baca Juga :  IHSG Siap Tembus 8.000? Sempat Nyungsep, Rebound Dramatis di Akhir Sesi Bikin Investor Deg-degan

Saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) juga terjun 9,85 persen, sedangkan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) turun 9,8 persen dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melemah 9,68 persen.

Koreksi tajam ini menunjukkan pasar tengah melakukan rotasi sektor — melepas saham-saham defensif untuk berburu momentum jangka pendek di sektor yang dianggap undervalued.

Pasar Masih Bernafas, Tapi Selektif

Meski IHSG tampak lemah, pola transaksi hari ini justru menunjukkan risk appetite investor masih hidup. Mereka tak segan masuk ke saham second liner dan spekulatif, terutama di sektor energi, properti, dan transportasi.

Dengan nilai transaksi yang tetap tinggi, pasar terlihat tidak panik, hanya bergeser fokus ke saham-saham berpotensi cepat.

Jika tren volatilitas global dan suku bunga mulai stabil di akhir tahun, bukan mustahil reli jangka pendek seperti ini akan makin sering muncul.

Untuk sementara, para trader hanya perlu satu hal: sabar membaca arah, dan cepat saat peluang datang.

IHSG boleh merah, tapi pasar modal Indonesia hari ini kembali menunjukkan wajah klasiknya — penuh kejutan dan peluang. Karena di bursa, kata pepatah lama tetap berlaku: Saat banyak yang takut, justru di situ para pemburu cuan berpesta. (*)

RADARBISNIS – Bursa saham Indonesia kembali berguncang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 24,73 poin atau 0,29 persen ke level 8.366,5 pada perdagangan Selasa (11/11).

Namun, di tengah warna merah yang menutupi layar monitor para trader, ada sekelompok saham yang justru menari liar — naik hingga 34 persen dalam sehari.

Pasar memang sedang sensitif. Ketidakpastian global masih membayangi, sementara investor domestik berhati-hati membaca arah The Fed dan sentimen politik dalam negeri. Tapi seperti biasa, bursa selalu punya “pemenang tak terduga.”

IHSG Melemah, Sektor Energi Malah Menyala

Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp 27,39 triliun dengan frekuensi lebih dari 3 juta kali. Dari total itu, 304 saham naik, 400 terkoreksi, dan 252 stagnan.

- Advertisement -

Menariknya, meski indeks komposit melemah, beberapa sektor tetap mencatatkan kinerja positif. Sektor energi memimpin kenaikan dengan 1,74 persen, disusul infrastruktur (1,47 persen), properti (1,45 persen), dan transportasi (1,12 persen).

Sektor keuangan, yang biasanya jadi motor utama IHSG, justru jadi pemberat — melemah 1,13 persen. Sektor teknologi dan barang non-primer juga ikut tertekan.

Electronic money exchangers listing

Namun, yang paling mencuri perhatian bukan pergerakan indeks sektoral, melainkan saham-saham berperforma ekstrem yang justru melesat di tengah pasar lesu.

Sumber Cuan: 5 Saham Meledak di Tengah Pasar Merah

Ada lima nama yang hari ini jadi buah bibir di kalangan investor ritel maupun bandar besar.

Baca Juga :  Wow, Hingga Maret 2025, Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp 16,6 Triliun

1. PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) — melesat 34,97 persen ke Rp 220.
Saham properti ini mendadak hidup, ditopang rumor akuisisi lahan strategis dan spekulasi pembalikan arah sektor properti.

2. PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) — melonjak 34,44 persen ke Rp 242.
Emiten alat berat ini ikut terangkat oleh optimisme rebound di sektor pertambangan batu bara dan nikel.

3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — naik 32 persen ke Rp 198.
BUMI seperti biasa menjadi magnet para spekulan. Lonjakan harga komoditas global ikut mengerek minat beli pada saham ini.

4. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) — melesat 25 persen ke Rp 3.250.
Investor melihat prospek kuat sektor telekomunikasi di tengah gempuran infrastruktur digital dan data center.

5. PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) — ikut terangkat 25 persen ke Rp 800.
Emiten transportasi laut ini tengah jadi incaran pelaku pasar seiring peningkatan aktivitas ekspor.

Bagi trader harian, inilah “cuan singkat” yang jadi incaran — volatilitas tinggi, likuiditas cukup, dan potensi swing tajam dalam sehari.

Yang Kalah: Saham-Saham yang Ambruk

Di sisi lain, beberapa saham juga mencatat koreksi dalam. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) longsor 12,3 persen ke Rp 535,
disusul PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang anjlok 11,63 persen ke Rp 114.

Baca Juga :  IHSG Siap Tembus 8.000? Sempat Nyungsep, Rebound Dramatis di Akhir Sesi Bikin Investor Deg-degan

Saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) juga terjun 9,85 persen, sedangkan PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) turun 9,8 persen dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) melemah 9,68 persen.

Koreksi tajam ini menunjukkan pasar tengah melakukan rotasi sektor — melepas saham-saham defensif untuk berburu momentum jangka pendek di sektor yang dianggap undervalued.

Pasar Masih Bernafas, Tapi Selektif

Meski IHSG tampak lemah, pola transaksi hari ini justru menunjukkan risk appetite investor masih hidup. Mereka tak segan masuk ke saham second liner dan spekulatif, terutama di sektor energi, properti, dan transportasi.

Dengan nilai transaksi yang tetap tinggi, pasar terlihat tidak panik, hanya bergeser fokus ke saham-saham berpotensi cepat.

Jika tren volatilitas global dan suku bunga mulai stabil di akhir tahun, bukan mustahil reli jangka pendek seperti ini akan makin sering muncul.

Untuk sementara, para trader hanya perlu satu hal: sabar membaca arah, dan cepat saat peluang datang.

IHSG boleh merah, tapi pasar modal Indonesia hari ini kembali menunjukkan wajah klasiknya — penuh kejutan dan peluang. Karena di bursa, kata pepatah lama tetap berlaku: Saat banyak yang takut, justru di situ para pemburu cuan berpesta. (*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Radarbisnis.com

Ikuti Kami:
Telegram: t.me/radartuban
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Radar Bisnis WhatsApp Channel : https:http://bit.ly/3DonStL. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
spot_img
/