Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati, mengatakan bahwa saat ini BNI terus mendorong kinerja dari sisi modal dan mendorong fokus pertumbuhan bisnis agar dapat menjadi lebih besar dan berkelanjutan.
“Terus terang, dalam hal transformasi, kami akan mendorong fokus ke sektor industri yang memang penguatan top tier yang ada di nasional maupun daerah,” jelasnya.
BNI saat ini juga sedang menawarkan solusi baru untuk UMKM yang berorientasi ekspor melalui layanan Xpora. “BNI memfasilitasi para UMKM di tanah air untuk semakin produktif dengan layanan global dan digital,” jelasnya.
Selain itu, BNI juga terus memfasilitasi transaksi ekspor melalui trade finance dengan nilai hampir US$8 miliar pada 2022.
Pada 2022, BNI telah melakukan business matching antara UMKM dengan investor yang ada di luar negeri melalui cabang BNI yang ada di luar negeri.
“Hingga Desember 2022, total kredit yang disalurkan untuk nasabah UMKM yang berorientasi ekspor di BNI telah mencapai Rp 26,7 triliun kepada lebih dari 39,2 ribu nasabah dari sektor usaha industri pengolahan,” ujarnya. (*)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.