Lebih lanjut perempuan berjilab itu mengemukakan, melejitnya harga telur ini sudah berlangsung sekitar satu minggu. Kenaikannya bertahap. Dari yang semula Rp 26 ribu, kemudian naik Rp 28 ribu, dan belakangan ini terus naik hingga Rp 32 ribu per kg.
‘’Naiknya pelan-pelan, tapi kenaikannya cukup lumayan. Bahkan mungkin saat ini paling tinggi,’’ tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah dan Perdagangan (Diskop UKM Perdag) Agus Wijaya mengatakan, kenaikan harga telur yang sekarang sedang terjadi dikarenakan naiknya harga pakan di tingkat peternak.
‘’Imbasnya harga telur ikut naik,’’ kata dia.
Sampai kapan kondisi akan berlangsung? Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda ini tidak bisa memastikan.
‘’Tergantung dari pasokan pakan dan harganya. Semoga tidak lama,’’ pungkasnya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…