‘’Saya menghubungi AS dari nomor WhatsApp yang terhubung rekening untuk menipu,’’ ungkap DTP.
Setelah mendapatkan data pelaku, korban bersama keluarganya dan polisi mendatangi rumah AS di Kecamatan Merakurak.
Saat mendatangi rumahnya, pelaku sempat akan diamankan ke kantor polisi. Namun, pihak keluarganya merengek meminta maaf.
Karena tak tega, DTP beserta keluarganya menerima permintaan maaf tersebut dengan syarat pelaku bersedia membuat video klarifikasi dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
DTP menegaskan, meski tak dijerat pidana, AS harus mendapatkan sanksi sosial agar tidak terulang kejadian serupa yang menelan korban lagi.
Saat melakukan pelacakan, DTP juga mendapati fakta bahwa kasus serupa banyak terjadi dan sudah menelan korban. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.