Jika belum. Berarti yang diungkapkan UNESCO memang benar. Logikanya, orang yang cerewet mengomentari pemberitaan media maupun mengomentari cuitan di media sosial, itu sebelumnya sudah membaca terkait apa yang dikomentari.
Artinya, dia membaca. Tidak merem. Kalau tidak merem, berarti ada yang dibaca. Ada pemantiknya yang dibaca. Harusnya, jika memakai logika bersambung, dia juga suka baca. Lalu kenapa minat baca kita masih rendah?
Melihat persoalan minat baca yang amat pelik tersebut, Jawa Pos Radar Tuban mencoba menjalankan wasilah melalui program Radar Tuban Mengajar—menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pelajar dari SD hingga perguruan tinggi. Sebab, kami menyadari bahwa media juga memiliki tanggung jawab dalam menumbuhkan budaya literasi—minat baca masyarakat.
Kenapa media memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca, sebab media adalah cara yang paling efektif untuk membangun ghiroh baca.
Media memiliki ruang yang sangat luas. Media memiliki privilege di mata publik. Dari situ, media tidak ha nya mengabarkan peristiwa dalam pemberitaannya.
Namun, kiranya juga menjadi teladan sekaligus menghadirkan tulisan-tulisan yang mampu menggugah minat baca bagi pembacanya. Dan itulah yang terus diupayakan Jawa Pos Radar Tuban: menebar semangat literasi di Kabupaten Tuban. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.