Categories: Lifestyle

Titik Kumpul, Kumpulkan Sedikitnya 8.647 Penikmat Seni

Menurut dia, jika kegiatan tersebut menjadi agenda rutin, tentu memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi, pada pameran tersebut tak sedikit penikmat seni dari luar kota yang datang.

“Jika bisa rutin. Paling tidak setahun sekali, pasti bisa menjadi magnet. Seperti Jogja Art. Itu punya daya tarik besar bagi banyak orang. Dampaknya juga besar,” ujarnya dalam sambutan penutupan pameran.

Joko, sapaannya, mengungkapkan, meski dengan keterbatasan sarana-prasarana, tak menyurutkan semangat para seniman untuk menggelar pameran Titik Kumpul.

Mereka juga gigih membumikan seni rupa di Bumi Ronggolawe. Tak hanya penikmat seni. Dia juga menilai pameran tersebut menjadi sarana pendidikan bagi pelajar.

Mereka yang datang rombongan tentu bisa belajar langsung dan tidak hanya berkutat pada teori di sekolah.

Pria yang berdomisili di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban itu berharap kegiatan seni seperti ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Terutama memberikan fasilitas gedung.

“Sudah saatnya Tuban punya gedung kesenian atau galery art sendiri. Nantinya pasti banyak potensi yang muncul. Dari situ bisa diakomodir, sehingga menjadi daya tarik dan berdampak luas,” tandasnya.

Ketua Yayasan Ruang Seni Pribumi Siswandi mengaku tak menyangka pameran seni rupa Titik Kumpul yang berlangsung selama sepuluh hari mendapat respons dari berbagai kalangan.

“Yang tercatat memang 8.647 pengunjung, tapi saya yakin lebih,” tuturnya.

Dia terang-terangan menyebut, pengunjung yang datang tidak hanya dari lokal dan luar kota. Beberapa di antaranya dari Singapura.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang, lanjut Siswandi, tentu berdampak besar dalam mendongkrak ekonomi lokal.

Selain menghidupi pedagang di sekitar gedung, para penikmat seni yang berdatangan juga menginap di hotel.

Dia juga berharap kegiatan seni seperti ini berlanjut pada 2024 menjadi agenda rutin. Paling tidak setahun sekali. (zid/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Page: 1 2

Amin Fauzie

Recent Posts

Industri Manufaktur Asia Melemah di Tengah Tekanan Global, Indonesia Muncul Sebagai Pengecualian Tangguh

Industri Manufaktur Asia Melemah di Tengah Tekanan Global, Indonesia Muncul Sebagai Pengecualian Tangguh

Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…

2 months ago

IHSG Terkoreksi Harian, Namun Kinerja Sebulan Terakhir Masih Mengilap!

Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…

2 months ago

Struktur Pemilik Bank Digital BBYB Berubah, Siapakah Pengendali Saham Terbesar?

Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…

2 months ago

IHSG Tersengal di Zona Merah, Pasar Masih Ragu Menguat: Kapitalisasi Pasar Tetap Kokoh di Atas Rp 15.000 Triliun!

Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…

2 months ago

Laba Melambat, Pencadangan Melonjak: BCA Jaga Fondasi di Tengah Tekanan Margin

Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…

2 months ago

BI-Rate Tetap 4,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah dan Pacu Pertumbuhan 2026

Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…

2 months ago