Ada juga boga bahari, tahu dan telur, daging sapi dan domba, aneka olahan sayuran, nasi serta mi dengan harga masing-masing kurang dari 160 HKD.
“Crispy Chicken, salah satu menu spesial di sana,” kata Carolus.
Menurut Carolus, sebelum pandemi COVID-19 pengelola kantin rutin membagikan nasi setiap hari Jumat namun ini tak lagi mereka lakukan saat ini karena khawatir menjadi pusat kerumunan.
Dia menambahkan, tak banyak rumah makan di Hong Kong yang memiliki sertifikat halal karena sulit mengurusnya.
“Agak sulit mengambil sertifikat halal di Hong Kong. Mesti dari segi dapurnya, pancinya segala macam baru bisa ambil sertifikat halal,” demikian ujar dia.
Wan Chai yang merupakan salah satu dari 18 distrik di Hong Kong berada di Hong Island terkadang dikatakan mewakili lambang gaya hidup Hong Kong. Di sana, terdapat pusat seni kompleks pameran dan tempat konferensi besar, apartemen mewah, hotel, pusat perbelanjaan dan cluster gedung pemerintah. (*)
Sumber: ANTARA
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…