Konten dengan durasi sekitar lima menit tersebut akan mengulas kuliner unggulan untuk diunggah di media sosial seperti YouTube, Tiktok, Instagram, Facebook dan Twitter.
Amin, sapaannya berharap, melalui program tersebut wisata kuliner di Bumi Ronggolawe cepat viral dan dikenal masyarakat luas.
Dia menyampaikan, dunia kuliner terus tumbuh dan berkembang. Karena itu, Radar Kulineran hadir untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang haus informasi seputar kuliner tradisional dan modern. Terutama yang berada di Tuban dan sekitarnya.
‘’Konten di channel YouTube Radar Tuban TV akan terus diisi dengan konten-konten yang dibutuhkan masyarakat, baik edukasi maupun hiburan,’’ tuturnya. (yud/ds)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.