‘’Akibatnya banyak petani yang mengalami kerugian,’’ ujarnya.
Selain banjir Bengawan Solo, lanjut mantan Kabag Kesra Setda Tuban itu, kerugian materiel terbanyak lainnya juga disumbang dari bencana tanah longsor. Akibatnya dibutuhkan penanganan lebih lanjut berupa pengadaan bronjong untuk mencegah longsor lebih parah. Nominal taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta.
‘’Longsor terjadi di beberapa titik, seperti Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, dan dua desa di Kecamatan Jatirogo,’’ bebernya.
Berikutnya, bencana yang juga menyebabkan kerugian cukup banyak adalah puting beliung. Kerugiannya ditaksir hingga Rp 62 juta.
‘’Lain-lain seperti pohon tumbang,’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…