‘’Akibatnya banyak petani yang mengalami kerugian,’’ ujarnya.
Selain banjir Bengawan Solo, lanjut mantan Kabag Kesra Setda Tuban itu, kerugian materiel terbanyak lainnya juga disumbang dari bencana tanah longsor. Akibatnya dibutuhkan penanganan lebih lanjut berupa pengadaan bronjong untuk mencegah longsor lebih parah. Nominal taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta.
‘’Longsor terjadi di beberapa titik, seperti Desa Kenongosari, Kecamatan Soko, dan dua desa di Kecamatan Jatirogo,’’ bebernya.
Berikutnya, bencana yang juga menyebabkan kerugian cukup banyak adalah puting beliung. Kerugiannya ditaksir hingga Rp 62 juta.
‘’Lain-lain seperti pohon tumbang,’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.