‘’Sebagian besar jalur pantura Tuban butuh pemeliharaan. Levelnya ringan hingga berat,’’ ujarnya.
Untuk pemeliharaan berat, alumni Politeknik Brawijaya (sekarang Politeknik Negeri Malang) itu mencontohkan titik ruas jalur pantura di Kecamatan Tambakboyo dan Bancar. Di ruas jalan tersebut, kata Siska, panggilannya, banyak lubang, bergelombang, hingga marka jalannya memudar.
Menurut dia, kondisi ini berpengaruh terhadap kenyamanan pengguna jalan. Pemeliharaan level sedang, lanjut Siska, berada di ruas pan tura Kecamatan Palang. Dan, level ringan di Kecamatan Tuban dan Jenu. Titik pemeliharaan ringan lain di dalam kota dan Kecamatan Jenu.
Kapan pemeliharaan jalur pantura untuk tahun ini dimulai? Pejabat asal Blitar itu memerkirakan pada Maret—April mendatang. Saat ini, kata Siska, proyek pemeliharaan jalur pantura Tuban sedang proses tender di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (KemenPUPR). (sab/ds)
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…