Gunadi mengatakan, manusia silver yang merupakan warga Jalan Dapuan Baru, Kelurahan Krembangan Utara, Surabaya itu diduga satu jaringan dengan NH, 43, manusia silver asal Kecamatan Pucuk, Lamongan yang dirazia akhir pekan lalu.
Asumsi tersebut didasarkan pada kesamaan keduanya. Yakni, mangkal di jalan protokol dengan cara berpindah-pindah untuk menyulitkan deteksi petugas.
Selain itu, HD juga sempat kabur saat petugas datang untuk menciduknya.
Gunadi memastikan alasan para penyandang masalah ke sejahteraan sosial (PMKS) sering mangkal di Tuban karena lahannya yang ‘’sangat hijau’’.
‘’Kami akan terus lakukan patroli dan oncall jika ada keluhan PMKS,’’ tegasnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…