Mengacu data 2021, beber Darmaji, wilayah kecamatan di Bumi Ronggolawe yang berpotensi dilanda bencana kekeringan meliputi Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Parengan, Merakurak, Montong, Jatirogo dan Kenduruan.
Sebagaimana diketahui, musim kemarau 2023 ini berpotensi bencana kekeringan. Sebab, musim kemarau tahun ini sifatnya lebih kering dan panjang. Berbeda dengan kemarau 2022 yang sifatnya basah.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tuban memerkirakan, puncak musim kemarau tahun ini berlangsung Agustus. Versi BMKG, tiga kecamatan berpotensi dilanda bencana kekeringan, yakni Senori, Parengan, dan Soko. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…