Mengacu data 2021, beber Darmaji, wilayah kecamatan di Bumi Ronggolawe yang berpotensi dilanda bencana kekeringan meliputi Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Parengan, Merakurak, Montong, Jatirogo dan Kenduruan.
Sebagaimana diketahui, musim kemarau 2023 ini berpotensi bencana kekeringan. Sebab, musim kemarau tahun ini sifatnya lebih kering dan panjang. Berbeda dengan kemarau 2022 yang sifatnya basah.
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tuban memerkirakan, puncak musim kemarau tahun ini berlangsung Agustus. Versi BMKG, tiga kecamatan berpotensi dilanda bencana kekeringan, yakni Senori, Parengan, dan Soko. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.