Lebih lanjut, komisioner asal Desa Temaji, Kecamatan Jenu itu menjelaskan, meski terjadi pengurangan jumlah pemilih dari data awal dan data DPS, namun jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pilkada 2020 sebanyak 942.519 pemilih, terjadi penambahan sekitar 7.762 pemilih.
‘’Bertambahnya pemilih itu karena tambahan pemilih baru,’’ ujarnya.
Rokhib mengemukakan, setelah data DPS diumumkan ke masyarakat, diharapkan mendapat masukan dan tanggapan untuk selanjutnya menjadi DPS Hasil Perbaikan (DPSHP). Tahapan berikutnya, dilakukan rekapitulasi lagi mulai dari tingkat desa hingga pusat sebelum ditetapkan menjadi DPSHP akhir.
‘’Tahapan pemutakhiran daftar pemilih ini masih panjang, hingga nanti bisa ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT),’’ pungkasnya. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…