Darmawi juga menuding aktivitas pencucian pasir silika di Kecamatan Jenu menjadi penyebab pendangkalan sungai. Karena sungai dangkal, kata dia, air tak lancar mengalir ke laut.
‘’Kami para petani yang lahan pertaniannya terdampak banjir sempat mau demo, tapi kepala desa menjanjikan melapor kepada Pemkab Tuban,’’ ujarnya.
Setelah dilaporkan, lanjut dia, pemkab merencanakan survei sekaligus mencari solusi mengatasi banjir.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, stafnya dari bidang sumber daya alam telah bertemu dengan perwakilan kepala desa.
‘’Tim kami sudah turun ke lapangan untuk mencari titik temu. Di situ juga muncul apa yang diharapkan oleh desa untuk menyelesaikan masalahnya,’’ ujarnya.
Salah satu solusinya, kata dia, dibutuhkan pengerukan saluran air yang baru bisa direalisasikan pada P-APBD 2023 atau APBD 2024. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…