Muhammadiyah diperkirakan bakal merayakan Hari Raya Idul Fitri satu hari lebih cepat dari pada pemerintah dan NU.
‘’PP Muhammadiyah jauh-jauh hari telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada 21 April, atau 29 hari Ramadan,’’ ujarnya.
Sementara pemerintah, lanjut dia, memproyeksikan saat melakukan rukyatul hilal pada 21 April nanti, tinggi hilal belum sampai 3 derajat, sehingga tidak memenuhi kriteria Mabims.
‘’Berdasarkan parameter tersebut, untuk penetapan 1 Syawal pada Sabtu, 22 April dengan menggenapkan Rama dan selama 30 hari,’’ bebernya.
Pejabat asli Lamongan ini meneruskan, untuk kepastian 1 Ramadan dan 1 Syawal, pihaknya meminta masyarakat untuk menunggu sampai proses rukyatul hilal dilaksanakan di Menara Banyuurip.
‘’Kepastian semua menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, yang dalam hal ini adalah Kementerian Agama RI,’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.