Kemarin, Agung Supriyadi mengonfirmasi ulang. Dia mengatakan, perbaikan jalan tersebut ternyata tidak dilakukan pihak ketiga.
‘’Kayaknya itu (tambalan jalan berlubang, Red) swakelola rutin teman-teman UPTD PU,’’ bebernya.
Disinggung mengapa tidak rekanan yang melakukan penambalan, apakah masa pemeliharaan sudah habis? Agung menyebut akan melihat dulu paket pengerjaannya. Setelah itu, baru bisa dilihat apakah sudah selesai masa pemeliharaannya atau belum.
‘’Biasanya teman-teman UPTD sudah nggak tahan, kalau lihat jalan berlubang dan membahayakan, sehingga harus segera diperbaiki,’’ tegasnya.
Perlu diketahui, pelebaran dikerjakan CV Weekesopo yang beralamat di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Pelebaran dilakukan pada sisi kanan kiri jalan masing-masing lebarnya setengah meter dengan rigid beton. Anggarannya melalui P-APBD sebesar Rp 1,8 miliar. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…