Kemarin, Agung Supriyadi mengonfirmasi ulang. Dia mengatakan, perbaikan jalan tersebut ternyata tidak dilakukan pihak ketiga.
‘’Kayaknya itu (tambalan jalan berlubang, Red) swakelola rutin teman-teman UPTD PU,’’ bebernya.
Disinggung mengapa tidak rekanan yang melakukan penambalan, apakah masa pemeliharaan sudah habis? Agung menyebut akan melihat dulu paket pengerjaannya. Setelah itu, baru bisa dilihat apakah sudah selesai masa pemeliharaannya atau belum.
‘’Biasanya teman-teman UPTD sudah nggak tahan, kalau lihat jalan berlubang dan membahayakan, sehingga harus segera diperbaiki,’’ tegasnya.
Perlu diketahui, pelebaran dikerjakan CV Weekesopo yang beralamat di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Pelebaran dilakukan pada sisi kanan kiri jalan masing-masing lebarnya setengah meter dengan rigid beton. Anggarannya melalui P-APBD sebesar Rp 1,8 miliar. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.