Dari transaksi yang sudah berjalan, kata Ayub, panggilan akrabnya, rata-rata kantor cabang melayani Rp 40-50 juta per hari. Terbanyak melakukan penukaran uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu. ”Hanya sebagian kecil yang menukarkan pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu,” jelasnya. Sedangkan yang menukarkan sekitar 30-50 orang per hari.
Ayub mengatakan, sebagian besar yang menukar uang baru adalah karyawan perusahaan. Mereka memilih menukarkan di perbankan karena terjamin keaslian dan keamanannya.
Selain itu, tidak diperlukan biaya tambahan atau jasa fee seperti dilakukan jasa tukar di tepi jalan.
Ayub memastikan uang baru yang diberikan pada penukaran merupakan cetakan terbaru. Uang pecahan baru tersebut memiliki ciri berwarna lebih tajam dan ukuran yang lebih kecil. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.