Dari transaksi yang sudah berjalan, kata Ayub, panggilan akrabnya, rata-rata kantor cabang melayani Rp 40-50 juta per hari. Terbanyak melakukan penukaran uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu. ”Hanya sebagian kecil yang menukarkan pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu,” jelasnya. Sedangkan yang menukarkan sekitar 30-50 orang per hari.
Ayub mengatakan, sebagian besar yang menukar uang baru adalah karyawan perusahaan. Mereka memilih menukarkan di perbankan karena terjamin keaslian dan keamanannya.
Selain itu, tidak diperlukan biaya tambahan atau jasa fee seperti dilakukan jasa tukar di tepi jalan.
Ayub memastikan uang baru yang diberikan pada penukaran merupakan cetakan terbaru. Uang pecahan baru tersebut memiliki ciri berwarna lebih tajam dan ukuran yang lebih kecil. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…