Pada Selasa (16/5), lanjut mandor asal Bojonegoro ini, pihaknya sudah angkat kaki dari lokasi proyek.
Seiring dengan keyakinan pihak rekanan tersebut. Pantas saja dinas terkait memberikan ultimatum hingga Rabu (17/5) nanti.
Sebagaimana diketahui, Proyek Revitalisasi Rest Area memang terbilang kacau. Proyek tersebut harusnya sudah selesai akhir Desember 2022. Namun, proyek senilai Rp 10,2 miliar yang dikerjakan dua rekanan asal Surabaya, yakni CV Nabila Karya dan CV Purnama itu telah melampaui batas kontrak awal.
Bahkan, hingga saat ini belum tuntas, dan sudah lima kali diberikan perpanjangan waktu pengerjaan. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.