‘’Besarnya tak jauh beda dari realisasi sebelumnya. Yakni, sekitar Rp 400—500 juta,’’ terang dia.
Program Angkutan Pelajar Gratis ini, lanjut ayah dua anak itu, baru akan membutuhkan dana besar pada 2024 mendatang. Penyebabnya, pada tahun tersebut, program yang juga mengakomodir aksesbilitas para pelajar disabilitas itu akan direalisasikan satu tahun penuh. Tidak lagi per semester atau dua kali per tahun.
‘’Rencananya begitu. (Program Angkutan Pelajar Gratis, red) full satu tahun. Semoga, dapat terealisasi,’’ pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Program Angkutan Pelajar Gratis bersumber APBD 2023 yang berakhir pada awal Juni ini, teah dimulai pada Maret lalu.
Selama empat bulan, 41 MPU program tersebut beroperasi mengantar jemput para pelajar dari rumah ke sekolah. Melayani 14 rute dalam kota dan antarkecamatan.
Dominasi rutenya sepanjang jalur pantura mulai Kecamatan Palang, Jenu, Tambakboyo, hingga Bancar. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…