Per kecamatan di jatah 5 ton. Praktis, total kuota beras yang akan disebar di 20 kecamatan sebanyak 100 ton.
‘’Beras dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp 9.400 per kg. Maksimal pembelian 10 kg,’’ terang Agus.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Tuban ini optimistis, jatah 100 ton beras untuk operasi pasar murah tersebut mampu mengendalikan laju inflasi akibat kenaikan beras yang sudah di atas HET.
Ditegaskan dia, dengan operasi pasar ini perlahan harga beras akan kembali stabil menyusul stok di pasaran kembali normal setelah adanya operasi pasar.
‘’Insya Allah harga beras akan kembali stabil dan inflasi terkendali. Stok beras di pasar juga akan kembali normal setelah nanti mema suki musim panen,’’ tandasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, operasi beras murah di hari pertama kemarin disambut antusias masyarakat. Tidak kurang dari satu jam, jatah lima ton beras ludes terjual. Mereka sangat bersyukur adanya operasi beras murah.
‘’Tidak apa-apa mengantre, yang penting harganya murah, berasnya juga bagus,’’ kata Sumiatun, salah warga Kecamatan Bangilan saat ikut antre di Pasar Bangilan. (zid/tok)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.