Kondisi tersebut memicu banyak jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah sunah mengalami kelelahan. Utamanya jemaah dengan risiko tinggi (risti) dan lansia.
‘’Kami, sebagai petugas haji selalu mengingatkan dan meng imbau setiap jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum,’’ tuturnya sekaligus meminta agar keluarga yang di tanah selalu berdoa untuk kelancaran dan kesehatan semua jemaah.
Plt Kepala Kemenag Tuban Mohammad Qosim mengatakan, sejauh ini sudah tiga jemaah asal Tuban yang meninggal di Tanah Suci.
Sebelumnya, jemaah asal Kecamatan Senori atas nama Dimyati dikabarkan meninggal pada Senin (5/6). Kemudian, selumbari atau Senin (12/6) lalu, jemaah asal Kecamatan Singgahan atas nama Ah mad Ibnu Solah juga dikabarkan meninggal.
‘’Di tambah sekarang ini (jemaah kembali meninggal atas nama Abdullah Siddiq, Red), maka sudah tiga jemaah asal Tuban yang meninggal di Tanah Suci.
Semoga semua amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya,’’ doanya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.