Kondisi tersebut memicu banyak jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah sunah mengalami kelelahan. Utamanya jemaah dengan risiko tinggi (risti) dan lansia.
‘’Kami, sebagai petugas haji selalu mengingatkan dan meng imbau setiap jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum,’’ tuturnya sekaligus meminta agar keluarga yang di tanah selalu berdoa untuk kelancaran dan kesehatan semua jemaah.
Plt Kepala Kemenag Tuban Mohammad Qosim mengatakan, sejauh ini sudah tiga jemaah asal Tuban yang meninggal di Tanah Suci.
Sebelumnya, jemaah asal Kecamatan Senori atas nama Dimyati dikabarkan meninggal pada Senin (5/6). Kemudian, selumbari atau Senin (12/6) lalu, jemaah asal Kecamatan Singgahan atas nama Ah mad Ibnu Solah juga dikabarkan meninggal.
‘’Di tambah sekarang ini (jemaah kembali meninggal atas nama Abdullah Siddiq, Red), maka sudah tiga jemaah asal Tuban yang meninggal di Tanah Suci.
Semoga semua amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya,’’ doanya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…