Kalaupun sekarang sepi, menurut dia, lebih dominan dipicu banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi. Hal ini mengakibatkan kebutuhan terhadap transportasi umum turun, bahkan merosot jauh.
Pria yang pernah berdinas di kantor Kecamatan Kenduruan itu mengatakan, pernah muncul wacana memindahkan terminal di lahan milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tepi jalan raya Jatirogo—Sale. Tepatnya di barat kantor Perhutani KPH Jatirogo. Lahan tersebut kosong tak terpakai.
‘’Mungkin, kalau serius di-tembung, dapat digunakan dan Terminal Jatirogo bisa lebih ramai jika lokasinya di situ,’’ pungkasnya. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…