Hanya saja, kata dia, terkait data pemilih “siluman” yang tidak diketahui keberadaannya, kata Rokhib, data tersebut merupakan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4).
Mengacu data tersebut, lanjut dia, petugasnya melakukan verifikasi faktual di tingkat desa. Dari hasil verifikasi tersebut dilakukan perubahan data.
‘’Saya sudah kirim data RT 0/ RW 0 ke dispendukcapil. Itu salah satu upaya kami untuk memastikan keberadaan pemilih yang tidak diketahui ter sebut,’’ ujarnya.
KPUK, lanjut Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban itu, dipastikan tidak bisa menghapus data pemilih “siluman” tersebut.
Hal itu sesuai dengan SE KPU RI yang terbaru. Terkait data yang diajukan tersebut, sampai kemarin disdukcapil belum mengeluarkan jawaban hingga penetapan DPT.
‘’Jadi nanti data tersebut (pemilih siluman, Red) masuk ke DPT,’’ pungkasnya. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…