Hanya saja, kata dia, terkait data pemilih “siluman” yang tidak diketahui keberadaannya, kata Rokhib, data tersebut merupakan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4).
Mengacu data tersebut, lanjut dia, petugasnya melakukan verifikasi faktual di tingkat desa. Dari hasil verifikasi tersebut dilakukan perubahan data.
‘’Saya sudah kirim data RT 0/ RW 0 ke dispendukcapil. Itu salah satu upaya kami untuk memastikan keberadaan pemilih yang tidak diketahui ter sebut,’’ ujarnya.
KPUK, lanjut Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban itu, dipastikan tidak bisa menghapus data pemilih “siluman” tersebut.
Hal itu sesuai dengan SE KPU RI yang terbaru. Terkait data yang diajukan tersebut, sampai kemarin disdukcapil belum mengeluarkan jawaban hingga penetapan DPT.
‘’Jadi nanti data tersebut (pemilih siluman, Red) masuk ke DPT,’’ pungkasnya. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.