Artinya, tidak ada pengurangan anggaran untuk kebutuhan perbaikan jembatan yang sudah lama ditutup untuk kendaraan roda empat tersebut.
‘’Jadi, memang berdasar perencanaan teknis proyek. Dan hanya segitu (Rp 20,1 miliar, Red) yang dibutuhkan,’’ tegas pejabat berdomisili di Desa Sidodadi, Kecamatan Bangilan ini.
Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian Adminstrasi Pembangunan dan Unit Layanan Pengadaan Setda Tuban mengatakan, karena anggaran yang sudah di-dok berdasar analisa dan penghitungan tim konsultan, Agung optimistis bahwa anggaran Rp 20,1 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023 itu sudah cukup.
‘’Sudah dihitung secara matang. Semua kebutuhan proyek (perbaikan Jembatan Glendeng, Red) sudah terkaver,’’ pungkas alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya itu. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…