Namun, lanjut Maghfur, tudingan warga Dusun Koro bahwa pihaknya tak pernah bersosialisasi-berkomunikasi dengan warga setempat terkait pendirian pabrik, pihaknya membetulkan.
‘’Kami minta maaf karena hal itu. Kami memang belum pernah bersosialiasi atau berkomunikasi dengan warga di sini,’’ pungkasnya.
Untuk diketahui, aksi demo dimulai sekitar pukul 09.00 itu baru rampung pukul 12.00. Puluhan personel Polres Tuban datang mengamankan aksi dimaksud. Namun, kehadiran Korps Bhayangkara itu tak menjadikan suasana aksi kondusif. Justru, beberapa oknum Polres Tuban bersitegang dengan warga. Sejumlah pukulan hingga tendangan melayang ketika keduanya bersitegang. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…