Perihal dibaginnya proyek tersebut menjadi dua paket, Ais—sapaan akrab Aizah Tis
Nawati—beralasan supaya proses pengerjaannya lebih efisien.
Menurutnya, dengan dua rekanan, pekerjaan bisa lebih cepat selesai. Selain itu, dibaginya proyek menjadi dua paket juga untuk meringankan anggaran bagi para rekanan yang ingin mengikuti lelang.
“Rencana kita tidak ada re-tender, jadi bisa digarap bersamaan. Sebab targetnya bisa selesai pada Agustus nanti,” tuturnya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…