Mengapa bisa memprediksi bahwa pengerjaan di lapangan nantinya bakal lebih cepat, dia menerangkan, pada masa pengerjaan di lapangan, utamanya pengerjaan tahap dasar atau struktur sekitar Agustus—Oktober, musim masih kemarau.
‘’Kondisi itu sangat bagus. Selama empat bulan, pengerjaan proyek rehabilitasi jembatan di atas Bengawan Solo itu tak akan terganggu hujan atau naik-turunnya volume sungai,’’ jelasnya.
Pada saat mulai masuk musim penghujan pada November—Desember, pejabat asal Kecamatan Bangilan ini meneruskan, pengerjaan sudah bukan dasar atau struktur lagi.
‘’Jadi, kalaupun ada hujan dan air Bengawan Solo naik-turun tak menentu pada waktu tersebut, itu tidak terlalu berpengaruh,’’ tandasnya. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…