Ditegaskan Darmaji—sapaan akrab nya—meski debit air di wilayah hilir sudah mulai stabil, warga yang tinggal di bantaran Bengawan Solo diimbau untuk tetap dan selalu waspada. Sebab, sewaktu-waktu debit muka air bisa kembali meninggi, seperti yang terjadi sebelumnya menyusul dibukannya spillway atau saluran pelimpah air di Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri—hulu Bengawan Solo.
‘’Terpenting, mematuhi arahan dari perangkat desa dan BPBD,’’ katanya.
Lebih lanjut mantan Kabag Kesra Sekretariat Daerah Tuban itu menyampaikan, sejauh ini keadaan warga yang rumahnya terendam masih terpantau aman. Tidak sam pai mengungsi.
‘’Untuk memastikan semua warga dalam keadaan aman, setiap hari kami pantau kondisinya,’’ terang mantan Camat Plumpang itu.
Sebagaimana diketahui, desa-desa terdampak luapan Sungai Bengawan Solo, meliputi Desa Menilo, Sandingrowo, Glagahsari, dan Kenongosari, Kecamatan Soko. Kemudian Desa Karangtinoto, Kanorejo, Ngadirejo, dan Sawahan, Kecamatan Rengel.
Di Kecamatan Widang meliputi Desa Patihan, Ngadipuro, dan Simorejo. Sedangkan di Kecamatan Plumpang satu desa, yakni Kebomlati. (tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…