Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti krisis air bersih pada empat desa di Grabagan tersebut.
Untuk tindak lanjutnya, kata dia, akan dikoordinasikan dengan sejumlah pihak. Termasuk dropping air bersih yang benar-benar tepat sasaran.
Direktur Perumdam Tirta Lestari Tuban Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya telah mengatensi minimnya suplai air bersih di Grabagan oleh perusahaannya. Untuk solusinya, kata dia, salah satunya membangun sumur bor baru di Desa/Kecamatan Grabagan.
‘’Sumur bor baru ini belum beroperasi. Masih tahap pembangunan,’’ pungkasnya.(sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…