Dengan begitu, lanjut politikus muda asal Kecamatan Palang ini, dana CSR bisa digunakan sesuai peruntukannya. Yakni untuk pembangunan di sekitar perusahaan, baik untuk pembangunan jalan maupun kegiatan pemberdayaan lainnya.
‘’Bukan malah digunakan untuk mbangun GOR yang seharusnya bisa didanai APBD,’’ bebernya.
Lebih lanjut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mempertanyakan keseriusan pemkab dalam pengelolaan anggaran menyusul tingginya silpa 2022. Bahkan, dia seakan menuding pemkab sengaja membuat silpa.
‘’Ini silpa atau disil pakan?’’ ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Tuban Teguh Setyo budi belum bisa dikonfirmasi. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…