Opsi lain, kata Muhasan, Jalan Teuku Umar. Dengan catatan lalu lintas kendaraan di jalan tersebut disetop. Kendaraan dari utara dialihkan ke Jalan RE Martadinata dan kendaraan dari selatan dialihkan ke Letda Sucipto atau Jalan Lingkar Selatan (JLS).
‘’Ketika Jalan Teuku Umar dijadikan wisata pedestrian malam, akan muncul integrasi antara wisata tersebut dengan rest area. Kawasan perkotaan pun akan meluas. Ada titik keramaian baru,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Dibudporapar) Tuban M. Emawan Putra belum memberikan komentar mengenai wacana ini. Ketika dikonfirmasi via telepon maupun WhatsApp, pejabat yang akrab disapa Wawan itu belum merespons. (sab/wid)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…