Di bagian lain, Basdi menyampaikan, pengerjaan perencanaan proyek rehabilitasi Jembatan Glendeng sudah selesai. Karena itu, diharapkan pada awal Juni mendatang, pengerjaan konstruksi proyek jembatan yang menghubungkan Desa Simo, Kecamatan Soko dengan Desa Kalirejo, Kecamatan/Kabupaten Bojoengoro itu bisa dilelang.
Perlu diketahui, Pemkab Tuban berusaha mengoptimalkan fungsi Jembatan Glendeng. Hal itu terlihat dari besarnya anggaran yang dialokasikan untuk proyek perbaikan jembatan yang melintasi Bengawan Solo tersebut.
Jika nonkonstruksi saja menelan anggaran hampir Rp 1 miliar, pengerjaan konstruksinya ditaksir mencapai Rp 33 miliar.
Untuk memastikan anggaran sebesar itu dibelanjakan dengan baik, Pemkab Tuban meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban untuk mengawal jalannya proyek rehabilitasi Jembatan Glendeng. Harapannya tak terjadi pelanggaran hukum.
‘’Sesuai SK (surat ke putusan, red) Bupati Tuban, memang kami dilibatkan dalam proyek (rehabilitasi Jembatan Glendeng, Red) tersebut,’’ ujar Kasi Intelijen Kejari Tuban Muis Ari Guntoro. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…