‘’Saya riwa-riwi naik mobil rental ini bayar, dan saya dua hari tidak bekerja ini juga merugikan waktu dan tenaga,’’ tuturnya memelas.
Sujiatun, ibu Wahyu menambahkan, sebagai warga negara yang baik, dirinya beserta keluarga ingin memenuhi berbagai persyaratan yang diwajibkan. Namun, saat ingin memenuhi persyaratan tersebut, justru mendapat pelayanan yang kurang baik .
Karena dua kali tak dilayani di MPP, dia memilih mengadu ke kantor Jawa Pos Radar Tuban.
‘’Saya hanya rakyat kecil yang ingin mendapat pelayanan yang baik,’’ ujarnya kecewa.
Dikonfirmasi terkait aduan tersebut, Kepala Dinsos P3A PMD Tuban Eko Julianto mengatakan, Kamis, pelayanan di MPP full dari pagi hingga sore. Sedangkan permintaan konseling diska cukup banyak. Karena itu, tidak seluruh permintaan yang terdaftar tersebut bisa terselesaikan.
Sedangkan Jumat, dia menuturkan ada penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA), sehingga sejumlah petugas harus menghadiri rapat di Pemkab Tuban.
‘’Ditambah ada yang kerabatnya (petugas, Red) punya hajat,’’ tuturnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.