Dengan memiliki ilmu jurnalistik, siswa Smansa Tuban bisa mengetahui apakah tulisan yang dibaca di medsos sudah tervalidasi atau belum.
‘’Penting bagi siswa untuk tahu cara membedakan tulisan fakta dan hoax,’’ tegasnya.
Wiwik juga mengapresiasi program Radar Tuban Mengajar yang nyambangi lembaga pendidikan. Sebab, program tersebut sejalan dengan Kurikulum Merdeka Belajar yang mengharuskan siswa memiliki pemahaman literasi dan numerasi yang baik. Apalagi di tengah hujan kabar bohong di medsos yang kian marak.
‘’Semoga kerja sama SMAN 1 Tuban dengan Jawa Pos Radar Tuban terus dijalin baik sampai kapan pun,’’ tegas pendidik matematika itu. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…