‘’Event ini adalah hal baru, sehingga diharapkan membawa manfaat besar terhadap dunia pendidikan di Tuban,’’ ujarnya.
Pendidik yang juga kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar Disdik Tuban itu mengatakan, berdasarkan asesmen nasional 2022, pero lehan nilai iterasi numerasi peserta didik di Bumi Ronggolawe masih di bawah rata-rata nasional dan provinsi.
Melalui event yang diikuti 23.987 siswa dari 554 lembaga pendidikan tersebut, dia berharap kualitas pendidikan di Tuban lebih meningkat.
Salah satu hasil yang diharapkan adalah meningkatnya nilai literasi numerasi asesmen nasional 2023.
‘’Siswa harus dibiasakan berliterasi sejak dini,’’ tegasnya.
Sementara itu, Pemred Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan mengatakan, sebagian besar siswa sudah mengikuti festival pada hari pertama kemarin (10/4).
Bagi lembaga pendidikan yang berhalangan mengikuti hari pertama, masih bisa mengikuti pada hari kedua Selasa (11/4) hari ini.
Dia juga mengimbau lembaga pendidikan yang sudah menggelar festival untuk segera menyerahkan lembar jawaban komputer (LJK) dan lembar jawaban uraian (LJU) ke kantor koordinator pendidikan kecamatan (kordikcam) masing-masing.
‘’Setelah terkumpul di kordikcam, LJK-LJU dikumpulkan di disdik untuk dikoreksi dengan scanner,’’ terangnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.