Untuk merealisasikan, sekolah harus melakukan berbagai cara untuk memperlebar kesempatan peserta didik meneruskan pendidikan. Kalau perlu, sekolah harus jemput bola layaknya lembaga pendidikan swasta.
‘’Sekarang banyak sekolah negeri yang bagus di pedesaan, jangan sampai ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah,’’ tegas mantan kepala SDN Socorejo, Kecamatan Jenu itu.
Tidak hanya melakukan pendampingan PPDB, sekolah juga harus memiliki data konkret ke mana saja siswanya melanjutkan pendidikan.
Khususnya SD yang memiliki tanggung jawab untuk mendata lulusannya melanjutkan ke SMP mana saja. Begitu juga SMP harus mendata lulusannya melanjutkan ke mana saja.
‘’Jika ada lulusan yang tidak melanjutkan harus di dorong agar tetap sekolah. Semuanya harus terdata sesuai nama,’’ pungkasnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.