Dalam sambutannya, Kepala SMK TJP Bambang Kusdiyanto mengatakan, Career Day merupakan implementasi dari salah satu program prioritas SMK TJP dalam meningkatkan jumlah ke pekerjaan lulusan SMK TJP.
‘’Kami menyebutnya dengan ‘Taruna Fokus’, yakni program menyiapkan lulusan siap kerja,’’ katanya.
Dipaparkan Bambang, berdasarkan tracer study lulusan 2022, sebanyak 82 persen siswa-siswi SMK TJP memilih untuk langsung bekerja. Sedangkan 18 persen sisanya memilih melanjutkan ke perguruan tinggi.
Berangkat dari data tersebut, SMK TJP fokus meningkatkan kepekerjaan lulusan. Sebagaimana data tahun pelajaran 2021-2022 lalu, tingkat kepekerjaan lulusan SMK TJP sudah mencapai 60 persen. Artinya, 60 persen lulusan SMK TJP langsung bekerja. Sisanya melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sebagian lain merintis usaha sendiri.

Senada disampaikan Totok Suptianto, selaku pengurus Yayasan SMK TJP Tuban. Disampaikan bahwa kegiatan Career Day merupakan bentuk sinergi antara sekolah dengan dunia usaha maupun industri sebagai penyedia kerja, dan untuk per guruan tinggi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.
Ditegaskan Totok, kegiatan sangat efektif dan efisien. ‘’Melalui kegiatan ini, siswa-siswi dan alumni yang ingin bekerja bisa langsung mengunjungi ke stan-stan perusahaan. Begitu juga yang ingin melanjutkan kuliah, bisa mencari referensi di stan-stan perguruan tinggi secara langsung. Sangat efektif dan efisien dalam membantu siswa-siswi maupun alumni,’’ tuturnya.
Lebih lanjut Totok menegaskan, SMK TJP berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, utamanya dalam hal kualitas pendidikan.
‘’Kita berkomitmen menjadi salah satu SMK swasta terbaik di Jatim,’’ tegasnya disambut riuh tepuk tangan dari tamu undangan.
Bersamaan dengan kegiatan Career Day, juga digelar Sarasehan Link and Super match dengan tema Membangun SDM Unggul di Era Revolusi Industri. Hadir sebagai pembicara, Mahmud Junaidi, Corpo rate Senior Manager PT Bambang Djaja. Dia membincang peran industri terhadap dunia pendidikan. Pemateri berikutntya, motivator pres tasi, Master Chistine WU.
Dalam materinya, Chistine membuka wawasan para guru BK dan BKK perihal bagaimana memenangkan persaingan kerja. Sedangkan pemateri terakhir, Agus Gunanto selaku Forum Bursa Kerja Khusus dari Kota Kediri memberikan paparan terkait peran guru BK/BKK dalam menyiapkan jenjang career siswa. (tok)
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…