Sementara itu, PPDB SMPN melalui laman eppdb.tubankab.go.id resmi ditutup.
‘’PPDB online pekan depan gantian untuk SD. Jadi biar orang tua tidak bingung kalau berbarengan,’’ ujarnya.
Rakhmat memaklumi minimnya pagu di SMPN pedesaan. Menurut dia, keberhasilan program keluarga berencana (KB) memicu jumlah siswa menyusut tiap tahunnya. Ditambah banyak siswa lulusan SD yang melanjutkan ke sekolah swasta atau madrasah tsanawiyah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban.
‘’Melanjutkan ke mana saja silakan, ter penting siswa harus meneruskan pendidikan tinggi dan tidak berhenti SD,’’ kata dia. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…