Adi mengatakan, kepala SMP dan MTs memiliki tanggung jawab untuk mengantarkan peserta didiknya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Nah, agar lulusan SMP dan MTs bisa melanjutkan, dia menganjurkan sekolah asal siswa mendaftarkan kolektif ke lembaga tujuan.
‘’Jangan sampai ada anak yang ber henti di SMP saja, minimal harus lanjut SMA atau SMK,’’ tegas pejabat asal Nganjuk itu.
Adi lebih lanjut menyampaikan, tambahan rombel tersebut juga harus sebagai pemicu semangat bagi SMAN agar meningkatkan kualitas pendidikan. Semakin banyak siswa yang di tampung, maka semakin besar pula tanggung jawab untuk mendidik para siswa menjadi generasi yang berakhlakul kharimah dan berwawasan global.
‘’Juga harus teliti dalam menjaring siswa. Jangan sampai ada kecurangan saat PPDB,’’ pesannya. (yud/wid)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…