Lebih lanjut mantan kepala Bagian Kesra Setda Tuban itu mengatakan, banyaknya kekosongan kursi perades mengakibatkan pelayanan di desa kurang maksimal. Sebab, satu perangkat harus merangkap tugas perangkat lain yang sedang kosong.
‘’Idealnya, satu desa memiliki sembilan perangkat. Kalau satu saja tidak ada, pelayanan bisa pincang,’’ ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kekosongan kursi perades di Tuban sekitar 139 jabatan dari 102 desa yang tersebar pada 20 keca matan. Rinciannya, 17 sekretaris desa, 38 kepala dusun, 17 kaur TU dan umum, 4 kaur keuangan, 10 kaur perencanaan, 9 kasi pemerintahan, 21 kasi kesejah teraan, serta 23 kasi pelayanan. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…