Lebih lanjut mantan kepala Bagian Kesra Setda Tuban itu mengatakan, banyaknya kekosongan kursi perades mengakibatkan pelayanan di desa kurang maksimal. Sebab, satu perangkat harus merangkap tugas perangkat lain yang sedang kosong.
‘’Idealnya, satu desa memiliki sembilan perangkat. Kalau satu saja tidak ada, pelayanan bisa pincang,’’ ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kekosongan kursi perades di Tuban sekitar 139 jabatan dari 102 desa yang tersebar pada 20 keca matan. Rinciannya, 17 sekretaris desa, 38 kepala dusun, 17 kaur TU dan umum, 4 kaur keuangan, 10 kaur perencanaan, 9 kasi pemerintahan, 21 kasi kesejah teraan, serta 23 kasi pelayanan. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.