Perusahaan menyatakan bahwa pengguna Switch harus berhati-hati terhadap tetesan air yang dapat disebabkan oleh perubahan suhu yang cepat. Ternyata, tetesan air bisa terbentuk jika terjadi perubahan suhu yang signifikan di lingkungan sekitar.
Kondensasi ini dapat merusak konsol. Sementara Nintendo membagikan gambar untuk menunjukkan masalah ini, ilustrasi tersebut tidak menjelaskan secara rinci bagaimana potensi kerusakan akibat kondensasi ini bisa terjadi.
Perusahaan menyatakan bahwa jika tetesan ini terlihat, seseorang harus mematikan konsol Switch mereka sepenuhnya dan tidak mengalihkannya ke mode ‘Sleep’. Selain itu, konsol genggam juga harus dibawa ke ruangan yang hangat hingga mengering.
Tweet tersebut juga membagikan peringatan itu juga dilengkapi dengan tautan yang menawarkan petunjuk tentang cara mematikan Switch sepenuhnya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi efek kondensasi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada konsol Switch. (JPG)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.