Perusahaan menyatakan bahwa pengguna Switch harus berhati-hati terhadap tetesan air yang dapat disebabkan oleh perubahan suhu yang cepat. Ternyata, tetesan air bisa terbentuk jika terjadi perubahan suhu yang signifikan di lingkungan sekitar.
Kondensasi ini dapat merusak konsol. Sementara Nintendo membagikan gambar untuk menunjukkan masalah ini, ilustrasi tersebut tidak menjelaskan secara rinci bagaimana potensi kerusakan akibat kondensasi ini bisa terjadi.
Perusahaan menyatakan bahwa jika tetesan ini terlihat, seseorang harus mematikan konsol Switch mereka sepenuhnya dan tidak mengalihkannya ke mode ‘Sleep’. Selain itu, konsol genggam juga harus dibawa ke ruangan yang hangat hingga mengering.
Tweet tersebut juga membagikan peringatan itu juga dilengkapi dengan tautan yang menawarkan petunjuk tentang cara mematikan Switch sepenuhnya. Hal ini diharapkan bisa mengurangi efek kondensasi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada konsol Switch. (JPG)
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…