Hari terang-terangan menyebut pihak Icon Plus tidak memiliki iktikad baik untuk memperbaiki pelayanan. Terbukti, institusi pemerintah desa yang merupakan customer Icon Plus dengan biaya langganan Rp 2,5 juta per bulan tidak mendapat respons yang baik.
Pria yang juga pelatih kempo itu mengungkapkan, kendala teknis jaringan provider Icon Plus bukan kali ini saja.
Sebelumnya, problem yang sama terjadi saat pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah desanya ingin mengembangkan jaringan internet untuk warga, namun gagal karena lemahnya jaringan.
‘’Padahal, untuk beli menara, kami sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 32 juta, tapi malah sinyalnya lemah,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Dekky, perwakilan Icon Plus yang ditelepon Jawa Pos Radar Tuban melalui WhatsApp (WA)-nya, tidak merespons. Begitu juga pertanyaan yang dikirim melalui pesan pendek tidak direspons. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…