Hari terang-terangan menyebut pihak Icon Plus tidak memiliki iktikad baik untuk memperbaiki pelayanan. Terbukti, institusi pemerintah desa yang merupakan customer Icon Plus dengan biaya langganan Rp 2,5 juta per bulan tidak mendapat respons yang baik.
Pria yang juga pelatih kempo itu mengungkapkan, kendala teknis jaringan provider Icon Plus bukan kali ini saja.
Sebelumnya, problem yang sama terjadi saat pandemi Covid-19. Saat itu, pemerintah desanya ingin mengembangkan jaringan internet untuk warga, namun gagal karena lemahnya jaringan.
‘’Padahal, untuk beli menara, kami sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 32 juta, tapi malah sinyalnya lemah,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Dekky, perwakilan Icon Plus yang ditelepon Jawa Pos Radar Tuban melalui WhatsApp (WA)-nya, tidak merespons. Begitu juga pertanyaan yang dikirim melalui pesan pendek tidak direspons. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.