Untuk meminimalisasi pengunjung bosan, kata pejabat lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim itu, wisata malam tidak dibuka setiap hari. Melainkan pada hari tertentu saja. Bisa tiap Sabtu malam atau saat perayaan hari-hari besar, seperti Hari Jadi Tuban dan semacamnya.
Selain mendongkrak PAD, Wawan optimistis wisata malam juga dapat menjadi panggung unjuk karya para pekerja seni dan budaya di Tuban.
‘’Masyarakat dapat hiburan, pekerja seni dapat panggung,’’ tuturnya.
Kapan wisata malam dimulai? Wawan belum bisa memastikan. Dia berharap rencana tersebut direalisasikan tahun ini. Itu pun setelah selesainya penataan alun-alun sisi utara yang berdekatan dengan Pantai Boom.
Begitu juga renovasi Museum Kambang Putih juga akan diselesaikan dalam waktu dekat.
‘’Panggung hiburan malam Museum Kambang Putih rencananya memanfaatkan sebagian halaman parkir museum,’’ ujarnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…