
BERBAGI: Ketua DPD PAN Tuban Mashadi bersama jajaran pengurus memberikan santunan kepada ratusan anak yatim di kantornya, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban kemarin (28/7).
RADAR TUBAN – Momen 10 Muharam dimanfaatkan pengurus DPD PAN Tuban untuk berbagi dengan anak yatim dan yatim piatu. Jumat (28/7), di kantor DPD PAN Tuban di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Tuban diserahkan santunan kepada ratusan anak yatim.
Agenda berbagi ini dihadiri seluruh pengurus dari tingkat DPD hingga semua dewan pengurus cabang (DPC). Dan juga semua caleg dari PAN.
Ketua DPD PAN TUBAN Mashadi mengatakan, santunan yang diserahkan kepada seratus anak yatim dari sekitar Kecamatan Tuban merupakan hasil pengumpulan iuran dari pengurus partai dan kader PAN yang menjadi anggota DPRD Tuban.
‘’Meski tidak seberapa hasilnya,semoga ini bisa bermanfaat untuk anak-anak yatim,’’ ujarnya.
Menurut Mashadi, santunan anak yatim tidak hanya berlangsung di Tuban, namun serentak dilakukan se-Jawa Timur. Itu sesuai instruksi kepada semua pengurus DPD PAN untuk berbagi dengan anak-anak yang belum beruntung pada momen 10 muharam.
‘’Tujuannya untuk mengetuk pintu langit, dengan doa anak-anak yatim ini,’’ ujarnya.
Pihaknya berharap santunan anak yatim ini akan menjadi pendorong agar perjuangan PAN pada pileg mendatang dipermudah, dan bisa menambah kursi di DPRD.
Anggota DPRD Tuban itu juga menyampaikan, santunan anak yatim tersebut sebagai bentuk dari jargon partai partai berlogo matahari ini, yakni “Bantu Rakyat”.
‘’Kami memberikan san tunan tidak memandang golongan, ras atau agama tertentu, karena kami memang murni ingin membantu rakyat,’’ tegasnya.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…