
ENTITAS TUBAN: Pohon pohon penghasil legen dan buah siwalan banyak tumbuh di wilayah Bumi Ronggolawe. (Andhika Feriawan/Radar Tuban)
Inspirasi melahirkan inovasi bisa datang dari mana pun. Termasuk rasa kangen. Itulah yang dialami Firman Subekti. Berkat rasa kangennya minum legen, dia berhasil menciptakan legen kemasan yang setiap saat bisa dibawa ke mana saja. Bahkan, produk legen kemasan hasil inovasinya itu sudah merambah pasar Jawa-Bali.
LAHIR dan besar di Tuban membuat Firman Subekti akrab dengan legen. Namun, sejak melanjutkan pendidikan dan berkarir di Jakarta, dia jarang sekali mengonsumsi legen. Sebab, tidak mungkin ada penjual legen di Ibu Kota.
Tak jarang, dia merasa sangat kangen dengan minuman tradisional khas Tuban ini.
Berangkat dari rasa kangen yang teramat itulah, kemudian dia memiliki inisiatif untuk membuat produk legen dalam kemasan yang tahan lama. Sehingga bisa dinikmati kapan dan di mana saja.
Namun tidak mudah merealisasikan ide tersebut. Banyak challenge yang harus dihadapi. Termasuk stigma masyarakat, bahwa legen yang didiamkan lama bisa berubah menjadi tuak (minuman memabukkan).
‘’Banyak sekali persepsi dari berbagai pihak ketika kami (dia bersama teman-teman nya, Red) mencetuskan ide legen kemasan ini,’’ ujar pria yang kini berusia 26 tahun itu.
Diakui dia, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa legen tidak bisa bertahan lama.
Page: 1 2
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…
Pasar modal kembali memanas. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)…