Kenaikan angka inflasi sekarang ini, terang Ika, salah satunya dipengaruhi banyaknya permintaan barang. Di antaranya, daging, ayam, cabai, dan lainnya.
”Seperti perayaan pada umumnya, akan ada suguhan di masjid atau musala, sehingga banyak orang memesan lebih bahan-bahan pokok,” ungkapnya.
Ika membeberkan sebelas item sebagai acuan penetapan angka inflasi. Item tersebut, meliputi bahan pokok, pendidikan, transportasi, dan lainnya. ”Yang paling memengaruhi adalah harga bahan pokok, apalagi menjelang Ramadan seperti sekarang,” kata perempuan berjilbab itu.
Ika memprediksi ke depan kemungkinan angka inflasi naik lebih tinggi lagi. Terlebih, Ramadan tinggal menghitung hari. Jika nantinya angka tersebut tak kunjung turun dan memerlukan intervensi, lanjut dia, akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
”Jika nanti diperlukan intervensi, maka kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, karena kami juga masuk dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” pungkas ketua tim Desa Cantik Tuban itu. (zid/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.