KH Fathul Huda, pembina Yayasan Bahrul Huda juga memberikan catatan terkait pentingnya investasi bagi kehidupan masyarakat.
Investasi di dunia berhubungan dengan tabungan masa depan. Sedangkan investasi akhirat berkaitan dengan amal perbuatan yang dilakukan, termasuk menyambung silaturahmi.
‘’Kalau sudah berbisnis dan berinvestasi akan tumbuh toleransi. Dalam bisnis, kita akan berhubungan baik dengan siapa pun sehingga mudah menghargai orang lain,’’ ujarnya ketika menyampaikan sambutan.
Acara ditutup dengan penjelasan tentang pasar saham dari Bursa Efek Indonesia dan salah satu sekuritas.
Hadir pejabat Kemenag Tuban be serta penyuluh dan seluruh guru Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban.
Pemahaman literasi ekonomi dibeberkan para praktisi. Harapannya, masyarakat tidak mudah terjerat investasi bodong yang berujung penipuan. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…