Perwira kelahiran Pekan Baru, Riau itu juga mengatakan, sebagian besar kendaraan tak standar tersebut disita dari remaja berusia belasan hingga dua puluhan tahun.
Mereka mengaku menggunakan knalpot bersuara bising untuk gaya-gayaan dan konvoi keliling kawasan kota.
Dia memastikan knalpot yang disita akan dimusnahkan. Itu setelah pelanggar membuat surat pernyataan untuk menyerahkan knalpot brongnya untuk dimusnahkan.
Lebih lanjut, Kistel menerangkan, knalpot brong tidak hanya mengganggu pengguna jalan. Knalpot tersebut juga berpotensi memicu konflik antarkelompok.
‘’Kami akan rutin menggelar razia agar tidak ada lagi aksi balap liar, konvoi, apalagi gangster yang gaya-gayaan di jalan,’’ pungkasnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.