
Rembug tingkat Kelurahan, untuk memastikan integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting bersama Pemerintah dan masyarakat. (Antaranews Kaltim/HO/PKT)
Radartuban.jawapos.com – Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwijojo menyatakan bahwa seorang suami tidak bisa melepas tanggung jawabnya dalam berperan serta memantau tumbuh kembang anak karena waktu pekerjaan yang padat.
“Anak membutuhkan peran kedua ortunya untuk tumbuh sehat fisik dan mental. Jika ayah tidak terlibat, ayah juga akan mengalami kerugian sebetulnya karena tidak dekat dengan anak nantinya,” kata Vera saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Menanggapi seringnya ibu disalahkan ketika anak terkena stunting, Vera menuturkan seorang suami atau ayah, mempunyai peran yang signifikan dalam melindungi anak dari terkena stunting. Terlebih masalah stunting bukan hanya tanggung jawab ibu saja.
Para ayah perlu memastikan gizi tercukupi bagi keluarganya. Di sisi lain, ayah perlu memberikan dukungan emosional pada ibu saat sebelum dan selama hamil serta terlibat berimbang dalam pemberian pola pengasuhan anak.
Vera menyoroti dalam budaya Indonesia, ayah memang dititik beratkan sebagai seorang pencari nafkah utama dalam mayoritas keluarga. Namun, seorang ayah tetap harus terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak-anaknya.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…