
LAYANAN JAM NORMAL: Karyawati salah satu apotek di Tuban memilih obat untuk konsumennya. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Musibah atau sakit datang tidak kenal waktu. Bisa pagi, siang, bahkan tengah malam. Sehingga pelayanan apotek 24 jam amat dibutuhkan. Namun, sepertinya belum ada apotek di di seputaran kota yang beroperasi full 24 jam.
Praktis, ketika masyarakat mendadak sakit dan hendak membeli obat pada tengah malam atau dini hari, misalnya. Namun tidak ada apotek buka. Puluhan apotek di Kota Legen ini paling malam melayani pembelinya sampai pukul 21.00-22.00.
Lepas pukul itu, tak ada satu pun apotek dapat dikunjungi. Masyarakat membutuhkan obat pada tengah malam pun harus menunggu hingga pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, satu-satunya apotek buka 24 jam berada di Kecamatan Merakurak. Beralamat di Jalan Bogorejo turut Desa Bogorejo. Di luar itu belum ada.
‘’Di wilayah kota belum ada (yang buka 24 jam, Red),’’ ujar Bambang kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (21/2).
Mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo ini berharap, kelak ada apotek di perkotaan buka 24 jam. Sehingga, masyarakat perkotaan yang mendadak sakit dan butuh obat sementara dapat terlayani.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…